Menu
Catch The Dream

Iran Bebaskan 5 Warga Negara AS, ‘Ditebus’ Pencairan Dana USD 6 M

  • Bagikan
Bendera Iran
Bendera Iran

GROOVE.CO.ID | Jakarta –  Iran akhirnya  membebaskan lima warga negara Amerika Serikat yang ditahan. Sebagai bagian dari pembebasan tersebut pemerintah AS setuju untuk mencairkan pendapatan minyak Iran senilai  USD 6 miliar (Rp 92 triliun) dan mencabut tuduhan federal terhadap lima warga Iran yang dituduh melanggar hukum AS.

Pengumuman mengenai kepulangan warga AS ini dari Teheran dalam sebuah peristiwa yang berlangsung ketika Presiden AS Joe Biden dan Presiden Iran, Ebrahim Raisi, berada di New York untuk menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin dunia dalam Majelis Umum PBB.

Para warga AS  yang telah dibebaskan ini, beberapa di antaranya telah menjalani masa tahanan selama beberapa tahun di Penjara Evin yang terkenal di Iran. Mereka terbang ke Doha, ibu kota Qatar, untuk melakukan pertukaran dengan dua dari lima warga Iran yang ditahan AS.

Tiga dari tahanan tersebut diidentifikasi bernama Siamak Namazi (pebisnis keturunan Iran Amerika), Emad Sharghi (pebisnis dengan dua kewarganegaraan Iran dan AS), Morad Tahbaz (pebisnis Iran AS yang juga warganegara Inggris). Sementara 2 lainnya meminta identitasnya ditutup.

Dalam pernyataannya, Presiden Biden menyebutkan bahwa “lima warga Amerika yang tak bersalah yang sebelumnya ditahan di Iran akhirnya telah kembali.” Dia juga menambahkan,  “mereka akan segera bersatu dengan orang-orang yang mereka cintai setelah mengalami penderitaan dan ketidakpastian selama bertahun-tahun.”

Seperti dikutip dari The New York Times, pejabat Gedung Putih mengindikasikan bahwa Presiden Biden telah melakukan komunikasi dengan keluarga warga Amerika yang telah dibebaskan.

Pembebasan ini merupakan tonggak penting dalam penyelesaian sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun mengenai warga AS yang ditahan di Iran. Meskipun demikian, ketentuan perjanjian ini telah mendapat kritik tajam dari Partai Republik, yang berpendapat bahwa pembebasan dengan pencairan miliaran dolar dari pendapatan minyak Iran dapat dianggap sebagai pembayaran tebusan dan dapat menyebabkan lebih banyak sandera di masa depan.

Baca juga :  Korut Rusia Iran bantu Hamas dalam perang melawan Israel

Hal ini  juga merupakan bagian dari upaya yang lebih besar oleh pemerintahan Biden untuk meredakan ketegangan dengan Iran, yang telah meningkat sejak AS keluar dari perjanjian nuklir tahun 2015 dengan Teheran di bawah pemerintahan Presiden Donald J. Trump. Meskipun demikian, pejabat pemerintah menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak mengindikasikan perubahan besar dalam hubungan yang sudah lama bermusuhan antara Amerika Serikat dan Iran.

Baca juga berita kami di:

icon google news icon telegram

Download Aplikasi :

icon playstore
  • Bagikan