Menu
Catch The Dream

Panelis Debat Capres dari UI, Profesor Perempuan Pertama Ilmu HI

  • Bagikan
Panelis debat capres dari UI
Panelis debat capres kedua dari UI Prof. Evi Fitriani, MA, Ph.D

GROOVE.CO.ID, Jakarta- Profesor Evi Fitriani, MA PhD, akademisi dari Universitas Indonesia (UI), terpilih sebagai salah satu dari 11 panelis dalam debat capres (calon presiden) kedua dengan fokus pada tema pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional. Sub tema debat mencakup globalisasi serta geopolitik dengan fokus pada politik luar negeri.

Adapun 11 panelis debat capres 2024 yang akan membahas isu-isu terkait pertahanan dan keamanan meliputi Prof. Angel Damayanti Ph.D, Prof. Hikmahanto Juwana SH LLM Ph.D, Curie Maharani Savitri Ph.D, I Made Andi Arsana ST ME Ph.D, Dr. Ian Montratama, Irine Hiraswari Gayatri Ph.D, Dr. Kusnanto Anggoro, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Philips J Vermonte Ph.D, dan Prof. Dr. R Widya Setiabudi Sumadinata SIP, S.Si, MT, M.Si (Han).

Menurut informasi dari laman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UI, Profesor Evi Fitriani, yang lahir di Bangka pada tanggal 20 Desember 1968, merupakan Guru Besar Perempuan Pertama dalam Ilmu Hubungan Internasional (HI) di Indonesia. Ia dikukuhkan sebagai profesor pada 13 November 2021.

Evi Fitriani menyelesaikan Program Sarjana di Departemen HI Fisip UI pada tahun 1993. Ia meraih dua gelar master, pertama dalam bidang Modern International Studies dari Institute of International Studies, Leeds University, Inggris pada tahun 1994, dan yang kedua dalam bidang Southeast Asian Studies dari Center for International Studies Ohio University, Amerika Serikat pada 1995.

Adapun gelar PhD dalam bidang Political Science and International Relations diraih dari Crawford School of Economics and Government, Australian National University (ANU) berhasil diraih pada tahun 2011.

Dalam kariernya, Evi Fitriani pernah menjabat sebagai Ketua Departemen HI Fisip UI periode 2012-2016 dan sebagai Kepala Miriam Budiardjo Resource Center (MBRC) Fisip UI. Bidang minat risetnya mencakup regionalisme, kebijakan luar negeri Indonesia, institusi internasional, ASEAN, Uni Eropa, hubungan Indonesia-Australia, dan hubungan Indonesia-Malaysia.

Baca juga :  Wacana Duet Prabowo-Ganjar, Megawati: Saya Sampai Bingung

Baca juga berita kami di:

icon google news icon telegram

Download Aplikasi :

icon playstore
  • Bagikan