Menu
Catch The Dream

Food Estate Gagal, Ini Cara Muhaimin Iskandar Atasi Krisis Pangan 

  • Bagikan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar

GROOVE.CO.ID — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan perlu ada intensifikasi lahan-lahan pertanian milik masyarakat dan mengelolanya dengan manajemen bisnis untuk bisa mengatasi krisis pangan, bukan dengan food estate yang terbukti gagal. 

“Harus dilakukan intensifikasi lahan-lahan pertanian, diorganisir dengan  manajemen bisnis raksasa pangan nasional,” ujar Cak Imin menjawab masalah harga pangan yang belakangan melonjak, Rabu (27/9). 

“Food estate, sudah terbukti gagal,” lanjut dia. 

Menurut Muhaimin Iskandar yang kini menjadi bakal calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 , bahan pangan akan aman jika pengelolaanya dilakukan secara lebih massif di bawah kendali pemerintah. 

Muhaimin Iskandar kembali menegaskan idenya tentang intensifikasi lahan pertanian yang ada, ketimbang menunggu-nunggu hasil food estate yang terbukti gagal.

Para pemilik tanah kecil, bisa digabungkan dalam satu koordinasi sehingga bisa menciptakan usaha pertanian dalam skala yang lebih luas. 

Jika tidak ada upaya seperti itu, Indonesia tidak akan pernah mencapai kedaulatan pangan, kebutuhan pangan akan selalu dipenuhi dengan cara impor yang menggerus pendapatan. Kondisi ini juga berbahaya jika negara-negara produsen juga sedang mengalami krisis pangan.

“Jika negara-negara produsen pun satu titik tertentu akibat El Nino, krisis pangan global akan tidak mengekspor barang ke kita. Kalo kita tidak bisa impor, kita makan dari mana? kecuali kita berswasembada,” ujar dia.

Infografis food estate
Infografis food estate. (Indonesia baik)

Intensifikasi Pertanian Bukan Barang Baru 

Intensifikasi pertanian sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Pembangunan pertanian di Indonesia diisi dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi. 

Intensifikasi pertanian adalah upaya meningkatkan produktivitas pertanian dengan optimalisasi lahan yang ada, melalui program bibit unggul, pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengairan. Belakangan upaya itu ditambah dengan pengolahan pasca-panen dan pemasaran. 

Baca juga :  Debat Capres 7 Januari, Ini Daftar Panelis dan Kampus Asal

Di sisi lain, ada upaya ekstensifikasi yang diterjemahkan sebagai perluasan lahan pertanian. Upaya ini dilakukan karena laju alih lahan pertanian menjadi non-pertanian cukup tinggi, sehingga perlu mencetak sawah-sawah baru untuk menjaga produktivitas. 

Ekstensifikasi lahan pertanian di Indonesia biasanya dilakukan dengan membuka hutan, pemanfaatan lahan kering dan pengolahan lahan gambut. 

Food estate sebenarnya melakukan dua proses tersebut, yaitu menggabungkan proses intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian. Namun menyiapkan lahan pertanian baru memang tidak bisa instan atau membutuhkan proses panjang. 

Pembangunan Pertanian Komprehensif 

Menurut Bustanul Arifin, guru besar ekonomi pertanian Universitas Lampung mengatakan terdapat paling tidak lima strategi revitalisasi pertanian yang dapat diimplementasikan ke depan, yakni: Pertama, sektor pertanian wajib terintegrasi dengan agroindustri dan kebijakan makro-ekonomi, karena elemen-elemen kebijakan moneter dan kebijakan fiskal terkait dengan pembangunan pertanian. 

Kedua, sektor pertanian harus memperoleh tingkat bunga (kredit) yang layak dan terjangkau bagi sebagian besar petani dan pelaku usaha agribisnis dan agroindustri. 

Baca juga berita kami di:

icon google news icon telegram

Download Aplikasi :

icon playstore
  • Bagikan