Menu
Catch The Dream

Wahai Polisi, Paksa Demonstran Buka Pakaian Itu Intimidasi dan Pelecehan Lho

  • Bagikan

GROVE.CO.ID — Polisi sering sekali memaksa orang yang mereka tangkap untuk melucuti pakaian.

Seperti beberapa waktu lalu, polisi memaksa demonstran warga Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau yang terlibat ricuh membuka pakaiannya. Mereka sebenarnya sedang menyuarakan aspirasinya menolak relokasi lahan untuk proyek Rempang Eco-city.

Dalam video yang beredar di media sosial, sekumpulan warga terlihat tidak menggunakan pakaian saat dibawa ke kantor polisi. Terdengar juga ucapan-ucapan bernada kasar pada mereka.

Ada seorang warga, yang kemudian diketahui bernama Bang Long atau Datok Iswandi yang berkeras tidak mau membiarkan aparat membuka bajunya. Apa sebenarnya yang diinginkan polisi.

Sebenarnya bukan hanya melucuti baju mereka, sering juga kita mendapati polisi menggunduli tersangka. Pernah polisi mendapatkan protes keras lantaran menggunduli para tersangka panitia kegiatan susur sungai yang menewaskan siswa di SMPN 1 Turi, Sleman, DIY, padahal mereka adalah guru.

Apa sebenarnya yang diinginkan polisi dengan melakukan hal tersebut?

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri mengatakan tindakan polisi itu sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk intimidasi atau pun pelecehan terhadap warga.

Wajarnya, polisi memeriksa warga yang ditangkap karena diduga menyembunyikan barang berbahaya seperti senjata. Dugaan lain yang mendasari polisi bisa juga penyimpanan barang bukti kejahatan di balik baju mereka.

Untuk alasan itu, polisi sepatutnya hanya melakukan strip search, namun secepatnya harus dipersilahkan kembali mengenakan baju begitu pemeriksaan selesai.

Baca juga :  Anggota Sindikat Pesta Seks di Jaksel Capai Ratusan Orang

Baca juga berita kami di:

icon google news icon telegram

Download Aplikasi :

icon playstore
  • Bagikan